Strategi Pertumbuhan Tangguh Brother Industries Berbasis AI dan Rantai Pasok

Brother Industries, produsen peralatan industri dan perangkat kantor asal Jepang, semakin memperjelas peta jalan menuju laba operasional 100 miliar yen. Dalam strategi jangka menengah “CS B2027”, perusahaan menargetkan pendapatan 1 triliun yen pada tahun fiskal 2027, laba operasional 100 miliar yen sebagai indikator utama, ROE 10%, serta kontribusi bisnis industri sebesar 40%. Untuk mendukung target tersebut, Brother merencanakan investasi pertumbuhan sekitar 200 miliar yen selama tiga tahun dan pengembalian kepada pemegang saham senilai 140 miliar yen, termasuk pembelian kembali saham.

AI dari Inisiatif Lapangan ke Sistem Perusahaan

Presiden dan CEO Kazufumi Ikeda menjelaskan bahwa pemanfaatan AI di Brother berkembang dari inisiatif di lini produksi dan pengembangan. Tantangan berikutnya adalah menjadikannya sebagai sistem yang terintegrasi di seluruh perusahaan. Untuk itu, Brother mempertimbangkan pembentukan struktur tata kelola AI serta penerapan AI agent yang mampu menghubungkan proses bisnis secara end-to-end.

Efektivitas AI agent sangat bergantung pada integrasi data lintas fungsi, standarisasi alur kerja, serta kejelasan otoritas dan pengawasan. Area seperti peramalan permintaan, perencanaan produksi, pengadaan material, hingga layanan purna jual menjadi titik utama di mana AI dapat memberikan dampak operasional yang signifikan.

Rantai Pasok yang Mengutamakan Keberlanjutan Operasi

Pengalaman kekurangan komponen selama pandemi mendorong Brother meninjau ulang pendekatan rantai pasoknya. Perusahaan kini menetapkan titik stok untuk komponen kritis dan membangun sistem produksi kartrid yang saling menggantikan antar pabrik guna mencegah gangguan pasokan.

Meskipun pendekatan ini meningkatkan biaya dalam jangka pendek, strategi tersebut sejalan dengan model bisnis printer Brother yang bergantung pada penjualan bahan habis pakai dan layanan. Stabilitas pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga tingkat utilisasi pelanggan dan nilai jangka panjang.

Reposisi Portofolio untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Dalam reformasi portofolio, Brother menekankan reposisi bisnis ketimbang sekadar pengurangan skala. Di segmen mesin jahit industri, perusahaan akan mengakuisisi divisi komponen otomotif Konrad Busche di Jerman mulai 1 Januari 2026 untuk memperkuat pasar non-apparel.

Sementara itu, di bisnis karaoke, U-NEXT HOLDINGS akan mengakuisisi 70% saham Exing dan menjadikannya anak perusahaan terkonsolidasi per 1 April 2026. Brother akan keluar dari konsolidasi, namun tetap mempertahankan kerja sama strategis.

Mesin Perkakas: Jepang Pulih, China Didukung EV

Ikeda menilai pasar mesin perkakas di Jepang mulai menunjukkan pemulihan setelah penundaan investasi sektor otomotif. China tetap kuat berkat pertumbuhan kendaraan listrik, sementara Eropa menunjukkan perbedaan regional, dengan Eropa Selatan relatif stabil dan pemulihan Jerman menjadi faktor penentu. Brother juga berencana memindahkan dan memperluas Brother Technology Center di Jerman pada Maret 2026.

Menjadikan AI sebagai Sistem untuk Laba Berkelanjutan

Pada kuartal kedua FY2025, Brother mencatat pendapatan 224,7 miliar yen dan laba operasional 22,8 miliar yen, tertinggi untuk kuartal kedua. Tantangan selanjutnya adalah memastikan laba 100 miliar yen dapat dicapai secara berkelanjutan melalui integrasi AI, rantai pasok, dan reposisi portofolio dalam satu kerangka manajemen.

Tahun 2026 akan menjadi ujian apakah Brother Industries mampu bertransformasi dari sekadar pengguna AI menjadi perusahaan manufaktur yang mengubah cara kerjanya melalui AI.