C&G SYSTEMS INC.

Peran Utama ISPC dalam Grup Ito Seisakusho
Teknologi Dies dan Sumber
Daya Manusia Lokal yang Mendukung
Produksi Pressed Part Berkualitas Tinggi

Mewujudkan Efisiensi Desain Dies
Menggunakan “EXCESS-HYBRID II”

Ito Seisakusho Co.,Ltd (Prefektur Mie, Yokkaichi; Presiden Direktur Sumio Ito) memproduksi pressed part di tiga lokasi, yaitu Jepang, Filipina, dan Indonesia. Mereka melakukan pengiriman ke para pelanggan yang berada di dalam dan luar negeri. Kekuatan utama mereka adalah kemampuan karyawan lokal yang dapat menangani desain dies tipe progresif, yang merupakan spesialisasi perusahaan, di setiap cabang luar negeri.

Salah satu yang mempunyai peran utama adalah ITO-SEISAKUSHO PHILIPPINES CORPORATION (ISPC). Mereka mempunyai kemampuan desain dengan level yang sama dengan Jepang dan pada musim sibuk mereka sering kali mengambil alih pekerjaan dari kantor pusat di Jepang. Pada tahun 2017, mereka membuka pabrik khusus untuk mengekspor dies tipe progresif dan diharapkan bisa menjadi pabrik yang strategis untuk pengembangan pasar ASEAN.

Ito Seisakusho Co.,Ltd telah memutuskan untuk memperbaharui sistem CAD/CAM untuk semua cabang secara bertahap dimulai pada tahun 2015. ISPC pun meningkatkan proses desain dies mereka dengan memanfaatkan kelebihan sistem baru tersebut untuk memenuhi permintaan dari para pelanggan dengan kualitas yang tinggi dan pengiriman yang singkat.

Daya Saing Berdasarkan Hubungan Kepercayaan Antar Karyawan yang Kuat

Ito Seisakusho Co.,Ltd awalnya memasuki pasar Filipina pada 1996 dengan membuat ISPC sebagai kemitraan dan kemudian mengambil alih kepemilikan secara penuh pada tahun 2003. ISPC lalu pindah ke Carmelray Industrial Park II yang terletak di Laguna, selatan Manila, dengan jumlah karyawan 111 orang, termasuk karyawan kontrak.

Sekarang ISPC dipimpin oleh Rose G. Andrion, berasal dari Filipina, yang mulai menjabat sebagai presiden direktur pada tahun 2017. Rose telah menjadi kepala bagian keuangan dari saat ISPC masih berupa kemitraan dan memiliki sertifikasi akuntan publik. Sepanjang karir sebelumnya sebagai general manager dan wakil presiden direktur, dia telah berkontribusi atas perkembangan ISPC. Sekarang, rasio penjualan luar negeri Ito Seisakusho Co.,Ltd melebihi 20% dan ISPC berkontribusi lebih dari 30% dari total keuntungan.

“Perusahaan kami didukung para karyawan yang luar biasa, termasuk para teknisi. Sumio Ito (Chairman untuk ISPC) mempunyai pemikiran bahwa “jika karyawan tidak bahagia, perusahaan tidak bisa bahagia,” dan telah meluangkan waktu untuk membangun hubungan kepercayaan antar karyawan. Sekarang perusahaan menjadi seperti keluarga besar dan tidak ada yang orang yang ingin meninggalkan perusahaan. Saya juga meneruskan pemikiran tersebut. Sebagai perusahaan Jepang , kami tidak hanya menanamkan kedisiplinan dan kooperatif, tetapi kami sebisa mungkin menawarkan kesempatan untuk bisa terus belajar. Kami juga menekankan pentingnya kesejahteraan dan peningkatan gaji sambil melihat kondisi pada perusahaan lain,” ujar Rose.

Perusahaan dies memerlukan banyak waktu untuk mengembangkan teknisi yang benar-benar terdidik. Kehadiran karyawan yang memusatkan perhatian pada pekerjaan serta memiliki kecintaan pada perusahaan bisa meningkatkan daya saing ISPC.


Presiden Direktur Rose G. Andrion

Dengan berpusat pada ISPC, setiap kantor cabang juga aktif bekerja sama satu sama lain. Pada musim sibuk di kantor pusat di Jepang, ISPC mengirimkan teknisi ke kantor pusat untuk memupuk pengalaman sambil melakukan pekerjaan di sana. Pada saat Ito Seisakusho Co., Ltd. mendirikan kemitraan PT. ITO-SEISAKUSHO ARMADA (ISA) di Indonesia pada tahun 2013, ISPC mengirimkan para teknisi mereka untuk membantu persiapan pabrik serta membimbing karyawan lokal untuk merancang dan membuat press die. Pelatihan tersebut selesai pada Desember 2018, namun setelah itu teknisi ISPC & ISA masih berkomunikasi dan melakukan kerja sama untuk meningkatkan teknologi dies mereka.

Upaya Memenuhi Permintaan Pelanggan dari Berbagai Aspek


Wakil Presiden Direktur Kim Jae Jin


Manajer Desain Lawrence R. Ungson

ISPC terdiri dari tiga pabrik, termasuk pabrik ketiga yang mulai beroperasi pada tahun 2017. Produk yang ditangani sebagian besar terkait dengan kendaraan roda empat, diikuti kendaraan roda dua, peralatan rumah, sistem keamanan, filter oli, dan lain-lain. Sebagian besar produk mereka diekspor dan dikirim kepada pelanggan di Jepang, Thailand, Indonesia, Amerika, dan Meksiko.

Di dalam pabrik, karyawan secara konsisten menangani pekerjaan mulai dari desain model tipe progresif hingga proses manufaktur, pressed part stamping, pengelasan, dan perakitan. Di bagian pembuatan dies, ada empat machining center, tujuh mesin wire electrical discharge machining, dan mesin-mesin lainnya. Di bagian produksi pressed part, ada 34 unit mesin press pada enam press line, yang kapasitasnya berkisar dari 15 T sampai 300 T. Pada tahun 2019, dari Jepang dipindahkan empat mesin press untuk melayani pelanggan dengan produk lebih khusus. Seperti di Jepang, mereka menghilangkan proses persiapan dengan membuat dies tetap terpasang pada mesin dan meningkatkan stabilitas, produktivitas, dan kualitas.

Kim Jae Jin telah menjabat sebagai wakil presiden direktur di ISPC dari tahun 2018. Kim Jae Jin sudah lama bekerja di bidang desain dies di Fuji Xerox Co., Ltd. dan Futaba Corporation sebelum bergabung dengan ISPC."Saya rasa cuma kami satu-satunya perusahaan yang mampu membuat dies model progresif di Filipina,“ katanya, menekankan kekuatannya mereka. ”Karena kami mampu melakukan sendiri mulai dari desain sampai proses manufaktur, kami bisa merespon dengan cepat perubahan desain yang muncul secara mendadak".

Di sisi lain, permintaan dari pelanggan semakin meningkat.“Semakin ketatnya permintaan dari klien seperti pengiriman yang cepat, kualitas tinggi produk, serta pengurangan harga produk membuat kompetisi menjadi semakin sulit," ujarnya. “Kita tidak bisa berkompetisi dengan memanfaatkan biaya sumber daya manusia rendah."

Karena itu, meningkatkan kemampuan teknis seperti desain, mencegah memproduksi produk part NG, menstabilkan kualitas produk, ide pengurangan biaya melalui kegiatan VE/VA, menghilangkan limbah melalui promosi TPS, kegiatan lainnya seperti meningkatkan hubungan kerja sama dengan pelanggan dari berbagai aspek lainnya sedang diupayakan untuk ‘peningkatan nilai manufaktur (mono-dzukuri)’ .

Efisiensi Desain Dies Memanfaatkan Fungsi-Fungsi Karakteristik dari“EXCESS-HYBRID II”

Desain dies merupakan titik awal memproduksi produk press parts. Tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa kualitas dies menentukan kualitas produk. Ada 4 orang bekerja di departemen desain dies di ISPC di bawah Manajer Lawrence R. Ungson yang berusia 43 tahun. Lawrence merupakan seorang teknisi veteran yang telah berkerja di bidang desain dies sejak berdirinya ISPC. Dia bertanggung jawab atas desain strip layout yang merupakan hal terpenting dan secara langsung mempengaruhi kestabilan pembuatan dan keakurasian produk. Keahliannya telah diakui oleh kantor pusat, dia juga adalah sosok yang mengajari para teknisi ISA. Sistem CAD/CAM yang digunakan Lawrence adalah “EXCESS-HYBRID II” yang dirilis oleh C&G SYSTEMS pada tahun 2015 (selanjutnya disebut dengan EXCESS). Penilaiannya cukup tinggi, “Sistem yang baru ini bisa menghemat waktu kurang lebih 20% dibandingkan sistem yang lama.”

Ito Seisakusho Co., Ltd. mengganti sistem CAD/CAM dengan EXCESS pada tahun 2015. Sistem ini awalnya diperkenalkan di kantor pusat di Jepang, lalu demi meningkatkan kompatibilitas dalam grup, secara bertahap diterapkan di ISPC dan ISA.

Sistem EXCESS mempunyai komposisi modul yang mudah untuk dikembangkan, dan saat ini 13 unit telah digunakan oleh seluruh grup. Diantaranya,“Design 2D”dengan fungsi umum dies, “Design 3D”dengan fungsi pemodelan, dan "CAM Options” sudah diperkenalkan. Selain itu ada "Base" dengan fungsi sebagai viewer dan “Draw”dengan fungsi dasar menggambar yang sangat efektif digunakan oleh bagian penjualan untuk membuat penawaran harga.

ISPC menggunakan “Desain 2D”, “Design 3D” dan “CAM Optional” untuk pekerjaan mereka. Ada dua fungsi yang sangat berkontribusi untuk efisiensi pekerjaan desain Lawrence. Pertama, fungsi “Hybrid view” yang bisa melakukan desain 2D dengan tampilan model desain 3D. Pada dasarnya, ISPC melakukan pekerjaan desain dies dengan 2D, tetapi seperti desain layout parts yang memiliki model 3D yang rumit, maka untuk hal tersebut diperlukan desain 3D. Sebelum menggunakan sistem EXCESS, diperlukan perangkat lunak yang berbeda untuk 2D CAD & 3D CAD, tetapi di EXCESS model 3D bisa ditampilkan dalam satu sistem dan dengan efisien bisa melakukan pemeriksaan layout mengacu pada model tersebut.

Kedua adalah “Master”. Data NC bisa dibuat secara efisien jika informasi mesin, material benda kerja, kondisi tool, pola finishing, dan lainnya didaftarkan sebelumnya. Terutama adalah fungsi “holes”, yang biasa digunakan pada dies progresif. Pengguna bisa mengatur round/irregular hole yang memiliki attribute machining (drill, reamers, taps, wire electrical discharge machining (Wire EDM)), diameter hole, kedalaman atau jumlah sisa dari ketebalan pelat dan mendaftarkan informasi hole tersebut sebagai master. Master-master ini dibuat oleh kantor pusat di Jepang secara seksama dan telah mengalami perubahan sesuai dengan kondisi di lapangan. Master ini dioperasikan secara umum di tiga lokasi dan berkontribusi pada standarisasi dan efisiensi. Jika ada perubahan sistem standarisasi di salah satu lokasi, maka informasi disebarkan ke dua lokasi lainnya.

Meningkatkan Produksi dan Desain dengan Memanfaatkan IT

Dukungan EXCESS untuk ISPC sejauh ini sudah berjalan oleh CGS ASIA, anak perusahaan C&G SYSTEMS di Thailand, atau oleh Indonesia Technical Center. Tetapi dari tahun 2109, dukungan diserahkan kepada NDE DIGI-TECH, salah satu agen di Filipina. NDE DIGI-TECH merupakan anak perusahaan dari Nihon Design Engineering Co., Ltd. yang mempunyai kantor pusat di Jepang dan memiliki banyak pengalaman untuk mendukung pengguna lokal CAD/CAM. Jarak yang dekat tersebut bisa memudahkan komunikasi karena dilakukan antar orang Filipina, sehingga dukungan yang diberikan bisa lebih dalam dan rinci.

ISPC telah menyarankan untuk mengubah sistem CAM secara menyeluruh ke EXCESS. Walau mereka masih terkadang menggunakan sistem yang lama, Lawrence mengharapkan NDE DIGI-TECH bisa mendukung operasional dan pelatihan CAM untuk transisi sistem menyeluruh dengan lebih cepat.

Selain itu, mereka juga tertarik pada fungsi "Batch Development" yang merupakan bagian dari "CAD Option” dari EXCESS. Fungsi ini mampu dengan mudah membuat bentuk blank dari model 3D sehingga mengurangi proses uji coba dengan menampilkan pengurangan rasio ketebalan.

Ditambah lagi, sebagai grup, mereka mempertimbangkan untuk menggunakan "AIQ", sistem pengaturan proses dari C&G SYSTEMS, untuk mengatur informasi secara terpusat mengenai pemesanan dan proses di tiga lokasi.

Menuju Lompatan Jauh ke Depan

ISPC dalam proses meningkatkan produksi untuk mengekspor dies progresif, Lawrenece dan para perancang dies lainnya diharapkan bisa menjadi lebih aktif. Harapan Lawrence kepada para anggota desain , “Merupakan tanggung jawab saya untuk menyampaikan pengetahuan dan pengalaman saya telah saya peroleh sejauh ini kepada pada anggota dan memastikan mereka juga memperoleh pengalaman yang lebih besar dan bagus di dalam pekerjaan. Saya ingin setiap anggota berupaya untuk bisa memberikan nilai kepada pelanggan kami.”

Di saat yang sama, “Saya sendiri juga sebagai seorang teknisi yang aktif bekerja saat ini, ingin meningkatkan level secara teknis daripada sebelumnya, katanya sambal melihat ke depan. “Khususnya teknologi sheet metal forging – Saya ingin mempelajarinya lebih cepat”.

Di masa depan, Rose juga siap untuk mengambil alih komando dalam pengembangan selanjutnya dengan menempatkan dasar-dasar seperti ‘membagikan dan memperkenalkan arah dan tujuan perusahaan kepada karyawan dan melakukan komunikasi secara konstan dengan pelanggan, penyuplai dan pemegang saham.’


Aktifitas peningkatan mutu “Kaizen”

Dukungan Penuh kepada Pelanggan NDE DIGITECH
NDE DIGI-TECH [Kiri] Presiden Kiyoyuki Iwakabe [Kanan] Wakil Presiden Takuya Matsui

NDE DIGI-TECH didirikan oleh Nihon Design Engineering Co., Ltd (NDE) pada tahun 2003 sebagai salah satu ekspansi bisnis di Filipina. Di bawah Kiyoyuki Iwakabe (Presiden Direktur NDE), Takuya Matsui ditempatkan sebagai wakil presiden direktur dan bertugas memimpin perusahaan. Ada sekitar 40 karyawan dan diantaranya berusia 20-30 tahun. Dengan spesialisasi desain mold dan modeling menggunakan 3D CAD/CAM dan membuat NC data, mereka mendapatkan pekerjaan dari pembuat press die dan plastic mold di Jepang. Pekerjaan yang dipercayakan oleh produsen produk juga semakin meningkat.

Perusahaan ini telah menangani dukungan sistem “CAM-TOOL”, sistem CAM dari C&G SYSTEMS, selama sekitar tujuh tahun. ”Keistimewaan perusahaan kami adalah kami sendiri adalah pengguna CAM-TOOL. Teknisi penanggung jawabnya ada sepuluh orang, bukan hanya menanggapi pertanyaan dan melaksanakan pelatihan, kami juga bisa membantu dalam pembuatan data”, ujar Iwakabe.

Dukungan teknis untuk sistem “EXCESS-HYBRID II” mulai berjalan dari Januari 2019. Teknisi penanggung jawab untuk pembuatan NC data dan model press die berukuran besar merupakan teknisi yang berpengalaman meski baru berusia 20-an tahun. “Meski di Filipina Bahasa Inggris merupakan bahasa resmi, tetapi antar orang Filipina sepertinya lebih baik berkomunikasi dalam Bahasa Tagalog karena bisa berkomunikasi dengan lebih lancar,” ujar Matsui.

Karena mereka baru saja memulai dukungan teknis, mereka masih ingin belajar mengenai dies progresif. “Kami ingin meningkatkan level dukungan supaya bisa menerima konsultasi apapun dari pelanggan, oleh karena itu kami menerima banyak saran dari ISPC. Tujuan kami adalah bisa mendapatkan dan melakukan pekerjaan desain dies progresif,” ujar Iwakabe.


Terdapat 40 Karyawan Orang Filipina di NDE DIGI-TECH

C&G SYSTEMS INC. (Indonesia Technical Center)
Centennial Tower 35th Floor. Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 24-25 Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan 12930
TEL : (021) 29539512 E-mail : indonesia-techsup@cgsys.co.jp
FAX : (021) 29539501 URL: http://www.cgsys.co.jp/en/