Strategi SHINKAWA ELECTRIC di Era Predictive Maintenance

Di tengah tekanan efisiensi biaya dan tuntutan keandalan operasional yang semakin tinggi, gangguan pada mesin berputar menjadi risiko yang mahal bagi industri. Dalam banyak kasus, kerusakan besar tidak terjadi secara tiba-tiba. Ia diawali oleh perubahan getaran yang sangat halus—sering kali luput dari pengamatan konvensional.
Di sinilah peran teknologi pemantauan kondisi (condition monitoring) menjadi krusial. Spesialis diagnostik getaran asal Jepang, SHINKAWA ELECTRIC, memposisikan diri di titik tersebut: membaca sinyal mikro sebelum menjadi gangguan makro.
Teknologi Proximity Probe dan Standar API 670

Fondasi teknologi perusahaan ini adalah sensor perpindahan arus eddy non-kontak yang digunakan untuk mendeteksi perubahan posisi poros dalam skala mikron. Pada turbin dan kompresor berkecepatan tinggi, deviasi sekecil apa pun dapat berpotensi memicu kegagalan sistem yang berdampak luas.
Melalui teknologi proximity probe yang sesuai dengan standar API 670, sistem Turbine Supervisory Instrumentation (TSI) milik SHINKAWA memantau getaran dan posisi poros secara real time. Sistem tersebut telah lama diterapkan pada sektor pembangkit listrik dan fasilitas energi berskala besar.
Namun nilai tambahnya tidak berhenti pada perangkat keras. Perusahaan menawarkan Condition Monitoring System (CMS) yang mencakup:
- Pemantauan tren jangka panjang
- Analisis spektrum frekuensi
- Diagnostik otomatis
- Pembuatan laporan teknis
- Integrasi dengan PLC dan DCS
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pengelolaan getaran bukan sekadar pengumpulan data, melainkan proses analitik terstruktur yang mendukung pengambilan keputusan operasional.
Dari Perangkat ke Sistem: Integrasi SDM dan Standarisasi
Salah satu tantangan utama dalam predictive maintenance adalah kesenjangan kompetensi analitik di tingkat operasional. Data getaran yang kompleks memerlukan interpretasi yang tepat.
SHINKAWA merupakan lembaga pelatihan yang mengacu pada standar ISO 18436-2 untuk analis kondisi mesin. Dengan menggabungkan penyediaan perangkat dan pelatihan teknis, perusahaan berupaya mendorong standarisasi praktik pemeliharaan di sisi pengguna.
Pendekatan ini memperlihatkan pergeseran model bisnis—dari sekadar pemasok sensor menjadi mitra dalam pembangunan sistem pemeliharaan berbasis data. Dalam konteks persaingan global, integrasi teknologi dan kompetensi menjadi faktor diferensiasi yang semakin relevan.
Sensor Nirkabel dan Realitas Implementasi IoT
Selama bertahun-tahun, sistem pemantauan getaran identik dengan instalasi kabel yang kompleks dan investasi infrastruktur besar. Model tersebut efektif untuk pembangkit listrik, namun kurang fleksibel bagi sektor manufaktur yang lebih luas.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, SHINKAWA mengembangkan sensor getaran nirkabel “ZARK” sebagai bagian dari Compact CMS.
Keunggulan utamanya meliputi:
- Instalasi tanpa kabel
- Kemampuan retrofit pada mesin yang telah beroperasi
- Desain ringkas untuk spindel, motor, pompa, dan kipas
Model ini menunjukkan bahwa digitalisasi pemeliharaan tidak selalu harus berbasis sistem besar dan terpusat. Pengumpulan data getaran secara terstandarisasi di tingkat mesin dapat menjadi langkah awal menuju manajemen aset yang lebih cerdas.
Dengan pemantauan tren getaran, perusahaan manufaktur berpotensi mengurangi risiko penghentian produksi mendadak serta mengoptimalkan jadwal inspeksi.
Implikasi bagi Produsen Mesin Perkakas
Di pasar mesin perkakas (mesin perkakas), persaingan tidak lagi terbatas pada akurasi dan kecepatan pemotongan. Layanan purna jual, ketersediaan mesin, serta dukungan jarak jauh menjadi elemen penting dalam keputusan pembelian.
Integrasi sistem pemantauan kondisi memungkinkan produsen menawarkan mesin dengan fitur monitoring bawaan. Selain meningkatkan nilai tambah produk, pendekatan ini membuka peluang model bisnis berbasis layanan—termasuk pemeliharaan preventif dan analitik data operasional.
Transformasi dari penjualan produk menuju pengelolaan siklus hidup aset semakin terlihat sebagai arah strategis industri.
Penguatan Jejaring Asia
Untuk mendukung ekspansi regional, SHINKAWA mengoperasikan basis Asia melalui SHINKAWA Electric Asia Pte, Ltd. yang berbasis di Singapura. Dari pusat ini, perusahaan memperkuat dukungan teknis dan layanan purna jual di berbagai negara Asia.
Kombinasi pengalaman panjang di sektor energi dan adaptasi teknologi nirkabel untuk manufaktur memberi perusahaan landasan untuk memperluas penetrasi pasar di kawasan dengan pertumbuhan industri yang dinamis.
Getaran sebagai Sumber Keunggulan Strategis
Di era industri digital, sensor menjadi sumber utama data operasional. Namun tidak semua parameter memiliki tingkat kompleksitas yang sama. Getaran termasuk salah satu indikator yang paling menantang untuk dianalisis, sekaligus paling informatif dalam mendeteksi anomali dini.
Dengan meningkatnya tekanan biaya dan persaingan global, kemampuan mengubah data getaran menjadi keputusan operasional berbasis analitik berpotensi menjadi keunggulan strategis jangka panjang.
Bagi industri yang mengandalkan mesin berputar, penguasaan atas sinyal yang tak terlihat ini dapat menentukan seberapa stabil—dan seberapa kompetitif—operasi mereka di masa depan.