"Safety" merupakan slogan untuk meningkatkan antusiasme produksi di lapangan!

Safety merupakan dasar di tempat kerja!

Safety merupakan hal penting yang harus dipatuhi secara mutlak di tempat produksi. Jika sampai terjadi kecelakaan atau luka maka untuk pemulihan kerusakan membutuhkan biaya, konsumen menjauh dan akan memberikan beragam kerusakan di management. Dan, kerusakan yang ditimbulkan tidak itu saja. Akibat dari kecelakaan, suasana tempat kerja menjadi gelap, motivasi karyawan menjadi turun yang berpotensi menjadi lingkatan setan penyebab kecelakaan lainnya. Pada tempat kerja yang ditunjukkan Gbr 1, tidak hanya soal safety saja tetapi mengenai produktivitas dan kualitas jika terjadi hal yang buruk akan terlihat oleh mata dan mudah membayangkannya. Agar tidak terjatuh dalam spiral negatif yang pertama membuat tempat kerja aman yang menjadi pondasi Q (Quality), C (Cost dan Productivity), D (Delivery dan kontrol produksi) berjalan baik.

Mengapa kecekaan terjadi akibat runtuhnya safety?

Melihat hasil analisa seperti Gbr 2 (jumlah kematian dan cidera akibat kondisi dan perilaku yang tidak safety) seperti yang diumumkan Departemen Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang pada industri manufaktur tahun 2010, dapat dikelompokkan sebagian besar penyebab kecelakaan industri yang mengakibatkan korban adalah tidak mematuhi prosedur keselamatan yang ditentukan, tidak memakai alat pelinung yang ditentukan, tidak mengikuti instruksi yang ditentukan saat memasuki tempat berbahaya. Terjadinya perilaku tidak safety dikarenakan rendahnya sensitivitas terhadap potensi bahaya di lokasi produksi. Jumlah korban akibat kecelakaan walaupun tidak melakukan perilaku yang tidak safety kurang dari 3.5% dari jumlah keseluruhan.

Jika budaya ditempat kerja yang harus dipatuhi mulai hilang, tentu saja hal tentang safety yang harusnya dipatuhi juga tidak akan bisa ditegakkan. Sulit untuk memutuskan suatu hal, menginginkan kesenangan masing-masing sehingga menimbulkan mentalitas yang tidak bisa taat pada ketentuan yang telah ditetapkan. Atau dalam instruksi mengenai prioritas kerja akan terabaikan karena banyak ketetapan hal yang tidak dilakukan. [Walaupun ketetapan tidak ditaati sepenuhnya, masih bisa produksi, jika berlebihan malah menyebabkan produksi menurun], dengan dalih mengejar efisiensi maka terjadi kemunduran, semua ketetapan boleh tidak ditaati, jika kondisinya sudah seperti ini maka tempat produksi situasinya sudah fatal.

Pertama, mulai dari hal yang mudah untuk diputuskan

Cara yang paling efektif agar dasar-dasar keselamatan bisa diketahui seluruh karyawan adalah dengan slogan keselamatan. (Gbr.3) Di sejumlah perusahaan, berbagai slogan dari belajar sejarah mengenai pengalaman musibah di masa lalu, dijadikan prinsip dasar dalam hal keselamatan. [3 prinsip perilaku aman : berhenti, tinggalkan, konfirmasi kaki dan tangan] dan contoh lainnya seperti [4 prinsip keselamatan] atau 7 aturan keselamatan dan kesehatan] dimulai dari diri sendiri untuk melindungi dari bahaya, jika setiap karyawan jujur dalam bekerja sesuai prinsip-prinsip tersebut maka akan menular ke tempat produksi lainnya hingga akhirnya akan meningkatkan keamanan di tempat produksi.

Menghilangkan ketidaksesuaian atara ucapan dan perbuatan

Munculnya gejala tidak patuh aturan di tempat produksi akan membuat marak ketidaksesuaian antara ucapan dan tindakan. Sebagai contoh, melakukan perilaku tidak aman didalam area yang terpampang papan yang tertulis "safety first" termasuk prinsipalnya, situasi yang tidak disadari oleh siapapun dan bisa dibilang "aneh". Jika seperti ini seberapa banyak slogan yang tertempel di dinding tidak akan mampu memelihara keselamatan. Letakkan slogan sebagai prinsip dasar yang harus dipatuhi, dan yang paling penting kegiayan safety mudah dipahami supaya semua karyawan bisa menegakkan aturan, semua karyawan saling perhatian tanpa ada pengecualian. (Gbr 4) dengan dalih mengatakan "karena sangat sibuk" tetap harus mentaati peraturan supaya tempat kerja menjadi lingkungan yang produktif.

Untuk peningkatan semuanya

Dengan kekuatan mentaati arti keselamatan saja belum cukup. Di saat bersamaan perlu trik supaya kesadaran dari karyawan tetap kuat.

Contoh trik ① setiap hari melaksanakan pembacaan prinsip-prinsip keselamatan pada apel pagi atau meeting pagi.

Tidak hanya saat terjadi suatu peristiwa saja, setiap hari dilakukan lantunan prinsip-prinsip keselamatan. Ini dikarenakan setiap hari kita melakukan hal yang penting. Misalnya setiap hari dilakukan dengan komando dari orang yang berbeda, sehingga setiap karyawan mendapatkan giliran melantunkan, dari hanya sekedar mengucapkan nantinya dari diri sendiri akan berinisiatif menggugah kesadaran pentingnya keselamatan. Mari kita lakukan trik seperti pada contoh tadi.

Contoh trik ②, aktif terlibat pembicaraan tentang keselamatan.

Pada setiap apel pagi, atau pada awal suatu pertemuan, sangat efektif untuk memberikan kata sambutan mengenai keselamatan dan dilakukan secara bergiliran.

Tidak berbicara dengan kalimat yang susah dimengerti, seperti contoh, "pagi ini, jika saya tidak melihat persimpangan jalan dengan hati-hati mungkin sudah tertabrak mobil". Jika setiap hari sedikit saja disinggung topik tentang keselamatan dan dilakukan sesering mungkin dengan suasana akrab akan makin menumbuhkan kesadaran tentang keselamatan.

Contoh trik ③, Melakukan inisiatif hal yang bisa meningkatkan keselamatan sambil bersenang-senang.

Contoh, melaksanakan kompetisi safety antar departemen, catat dan hitung jika menemukan hal apapun yang tidak aman, yang paling banyak menemukan di tempat kerja diberikan reward, itu akan berdampak peningkatan keselamatan sambil bersenang-senang. Sesungguhnya kegiatan itu untuk memulai suatu hal yang awalnya terasa memaksa dan menjadi beban akan menjadi hilang. Sadar akan keselamatan dan gagasan tentang keselamatan selanjutnya bisa di evaluasi.

Semuanya menjadi pengawas kontrol dan pengelolaan

Beberapa tahun terakhir, kata-kata mengenai prinsip kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja [EHS, Environment, Health and Safety policy] telah tersebar luas. Perusahaan menyerukan untuk terus meningkatkan pentingnya kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja (EHS). Mengutip safety, masing-masing perusahaan global terus mempromosikan pentingnya EHS, bukan hanya untuk keselamatan karyawan di dalam pabriknya sendiri tetapi juga ke perusahaan mitra (pemasok dan subkontraktor). Jika perusahaan mitra masih mengijinkan karyawan bekerja pada lingkungan yang tidak aman dan perilaku yang tidak aman, maka perlu diadakan sejumlah bimbingan dan setelahnya dilakukan review secara jelas.

Di lain pihak, di tempat produksi diminta untuk melakukan hal seperti yang telah ditetapkan. Apa yang harus dilakukan agar karyawan sadar akan keselamatan? Sejujurnya dengan memberikan evaluasi dan sanksi jika tidak mematuhi prosedur kerjapun, ibaratnya masing-masing karyawan yang sedang sakit tidak merasakan sakitnya. Tetapi jika tidak mematuhi aturan keselamatan, yang akan merasakan sakit adalah karyawan itu sendiri. Oleh karena itu dalam rangka menanamkan budaya di tempat kerja yang taat aturan, yang pertama adalah dari karyawan sendiri yang merasakan keakraban akan perlunya "safety", aturan dibuat secara menyeluruh dan tanpa pengecualian, untuk meningkatkan aturan maka dibuat aturan yang sah. Tempat kerja yang bisa menerapkan aturan keselamatan, akan bisa mentaati aturan tentang hakikat kerja. Taat aturan di tempat kerja bisa dibilang dengan pengembangan budaya.