Dasar perawatan mesin untuk Teknisi Mesin
- Mari Belajar Dasar-dasar Perawatan Mesin!

1.Dasar-dasar perawatan mesin adalah

Ketika menanyakan arti dari "Perawatan Mesin" kepada mereka yang bertanggung jawab atas pemeliharaan peralatan di tempat produksi, jawabannya adalah perbaikan atau rekondisi mesin yang sedang rusak. Akan tetapi apakah mereka mengerjakannya dengan hati-hati?

Ada pengertian yang sangat berbeda dari "memperbaiki mesin setelah rusak" dengan "supaya mesin tidak rusak". Perawatan secara harfiah dapat diartikan "memperbaiki supaya tidak rusak". Sedikit lebih detail adalah "untuk menjaga dalam suatu kondisi yang dapat beroperasi untuk waktu yang lama sambil mempertahankan output nominal, kapasitas produksi dan kualitas dari suatu mesin dan peralatan", dan dapat mendemonstrasikan sepenuhnya fungsi dan kemampuan yang dimiliki seperti semula, agar kegiatan produksi dapat dilakukan dengan kualitas yang terjaga tanpa terjadi masalah pada peralatan produksi dalam jangka waktu yang lama. (Gambar 1).

Kata "perawatan mesin" secara sekilas nampaknya sederhana, sebenarnya merupakan bidang yang sangat mendalam. Kami akan menjelaskan disini agar menyukai "perawatan mesin".

Mari mengingat memori waktu kecil saat memainkan sepeda. Jika tekanan udara ban sepeda rendah, pompa dengan tekanan angin, jika pergerakan rantai tampak berat, oleskan minyak pelumas, jika sekrup atau baut kelihatan longgar, kencangkan dengan obeng atau kunci pas. Kita bisa merasakan gerakan dan operasional yang salah dari sepeda dengan mengendarainya dan bisa memperbaiki supaya menjadi nyaman kembali. Poin dimana kita melakukan perbaikan berkala dengan menaiki langsung sebelum sepeda benar-benar rusak dinamakan dengan "perawatan mesin".

Mempertimbangkan sepeda sebagai contoh karena terdiri dari berbagai bagian elemen mesin. Ada ratusan bagian elemen mekanis seperti ban, pelek, rantai, sproket, ball bearing, poros, kabel, mur dan baut, dan hanya akan berfungsi sebagai sepeda setelah bagian-bagian ini dirakit. Untuk mengendarai sepeda dengan nyaman, perawatan berkala diperlukan untuk memahami struktur bagian elemen mekanik di mana sepeda tersusun dengan baik. Selain itu, metode perawatan secara garis besar dibedakan menjadi, "perawatan pasca kejadian" yaitu pemeliharaan dan perbaikan setelah kerusakan, "perawatan standar waktu" yaitu pemeliharaan / perbaikan secara berkala, dan "perawatan standar kondisi" yaitu pemeliharaan dan perbaikan setelah memeriksa keadaan mesin.

"Perawatan pasca kejadian", misalkan ketika ban sepeda tertusuk paku kemudian memperbaikinya. "Perawatan standar waktu", misalnya mengisi ulang tekanan udara ban secara berkala untuk menjaga tekanan udara dan konstanta ban. "Perawatan standar kondisi", misalnya melumasi bagian rantai yang berputar jika dirasa pedal sepeda terasa berat. Bahkan orang yang menggunakan sepeda secara langsung terkadang juga kesulitan untuk mengucapkan apa keluhannya sehingga komposisi "Perawatan pasca kejadian", "Perawatan standar waktu", "Perawatan standar kondisi" menjadi hal yang sangat penting.

Misalnya, jika mengganti ban sepeda dengan ban baru secara berkala supaya ban tidak bocor maka memerlukan biaya yang banyak. Jika pelumasan rantai terlalu banyak, minyak akan berceceran disekitarnya dan membuat pasir mudah menempel sehingga malah akan memperpendek masa pakai dari rantainya.

Ini persis sama ketika melakukan "perawatan mesin" dari peralatan produksi. Penting bagi kita untuk menentukan secara tepat kapan diperlukan "Perawatan pasca kejadian", "Perawatan standar waktu", "Perawatan standar kondisi" dari komponen-komponen mesin.

Gbr. 1 Pemeriksaan gemuk bearing

Ada perusahaan yang mencoba menjelaskan metode perawatan peralatan mesin. Pemeriksaan gemuk yang digunakan untuk bearing dan lainnya. Saat pelumas baru disuntik dengan pistol gemuk, pelumas tua keluar dari bearing. Kemudian memeriksa warna dan keadaan lemak yang keluar. Dan ketika minyak berkarat coklat keluar dari bearing, bagian dalam bearing mungkin terjadi kerusakan. Jika bearing benar-benar rusak, tidak hanya kegiatan produksi akan berhenti, tetapi juga dapat merusak bagian selain bearingnya.

2.Kebutuhan akan perawatan mesin

Jika peralatan produksi dioperasikan tanpa adanya perawatan dan pemeliharaan yang tepat, maka kualitas dan ketersediaan produk yang dihasilkan dapat memburuk dikarenakan terjadinya kegagalan peralatan atau masalah. Sangat penting untuk melakukan perawatan mesin yang benar sebelum peralatan produksi tersebut rusak karena terjadi masalah. Untuk operasional peralatan produksi yang terus menerus, diperlukan pengisian pelumas secara teratur ataupun penggantian part dll dengan benar.

Di suatu perusahaan, rem hidrolik pada mesin bubut konvensional telah dinyalakan. Ketika menginjak pedal rem, rem bekerja dengan baik, tetapi setelah mesin bubut diputar kembali poros utama tidak berputar. Saat memeriksa rem hidrolik, ada bagian di mana minyak rem rembes dan memutuskan untuk membongkar rem. Ketika membongkar rem, silinder, piston, dll penuh dengan karat coklat kemerahan. Kemungkinan piston terjebak di dalam silinder dan piston tidak kembali walaupun rem sudah dilepas.

Rem yang digunakan untuk mesin bubut konvensional memiliki struktur yang sama seperti untuk kendaraan. Secara berkala perlu mengganti barang habis pakai seperti penggantian oli rem dan seal piston di dalam rem. Jika bagian dalam rem sudah rusak, dalam beberapa kasus mungkin tidak cukup untuk mengganti barang habis pakai seperti seal piston, tetapi mungkin perlu mengganti semua komponen rem. Dengan mengganti oli rem secara teratur dan mengganti barang habis pakai di dalam rem, adalah mungkin untuk mengoperasikan rem dengan aman tanpa gagal untuk waktu yang lama (Gbr. 2, Gbr. 3).

Gbr. 2 Kegagalan rem

Terjadi pada rem hidrolik untuk menghentikan putaran dari mesin bubut konvensional. Kekuatan rem semakin buruk. Setelah dicermati ke bagian bodi rem, ditemukan titik dimana terjadi kebocoran minyak rem. Minyak rem adalah minyak jenis alkohol yang sama untuk digunakan di kendaraan. Minyak berbasis alkohol memiliki sifat menyerap kelembaban udara. Lambat laun akan bercampur dengan air ke dalam minyak dan akan menurunkan kinerja minyak. Selain itu dapat menyebabkan korosi pada bagian dalam akibat kelembaban udara.

Gbr. 3 Korosi silinder rem

Saat membongkar rem, silinder dan piston didalamnya sangat berkarat. Sepertinya minyak rem bocor dari bagian yang terkorosi, tekanan piston yang diperlukan untuk mengoperasikan rem hidrolik tidak jalan. Minyak rem berbasis alkohol memiliki sifat menyerap air, sehingga perlu secara berkala mengganti semua bagian termasuk pipa di dalamnya.

3.Keterampilan dan teknik yang diperlukan untuk perawatan mesin

Peralatan produksi terdiri dari berbagai bagian elemen mesin. Agar dapat mempertahankan dan memelihara peralatan produksi dengan benar, perlu untuk memahami struktur dan fungsi peralatan produksi dengan baik. Jika melakukan pembongkaran tanpa mengetahui struktur atau fungsi dari peralatan menyebabkan penurunan kualitas produk yang diproduksi dan penurunan tingkat operasi peralatan produksi. Berbagai teknik dan keterampilan diperlukan untuk merencanakan pemeliharaan, meningkatkan pemeliharaan peralatan di mana fasilitas produksi dibangun.

Keterampilan dan teknologi yang diperlukan adalah: (1) kemampuan untuk membongkar bagian-bagian penyusun dengan peralatan yang tepat, (2) kemampuan untuk memeriksa kualitas bagian dari komponen mesin, (3) kemampuan untuk merakit peralatan produksi dengan tepat, ④ kemampuan untuk menilai status operasi dari peralatan produksi secara keseluruhan, dan (5) kemampuan untuk memperbaiki fasilitas yang ada untuk kondisi operasi yang lebih baik.

Bahkan, kita sering berkonsultasi dengan orang yang bertanggung jawab sebelum membongkar dan memelihara peralatan perusahaan. Pertama-tama, mengenai bagian-bagian elemen mesin dari peralatan yang akan dibongkar dan dipelihara, mencoba menulis seberapa banyak pemahaman mengenai teknik dan skill pembongkaran dan pemeliharaan yang diperlukan dari personil yang langsung menanganinya. Bersama dengan orang yang bertanggung jawab langsung, putuskan mana yang harus dibongkar dan assembly, sesuaikan tingkat kesulitannya dan konfirmasi kembali keterampilan dan teknikdengan peralatan yang diperlukan. Pertama- tama mungkin beranggapan tidak ada gunanya. Pada kenyataannya beberapa perusahaan kesulitan melakukan penyesuaian dan kadang kalanya hanya bisa dilakukan oleh seorang veteran. Selain itu, beberapa perusahaan yang tidak bisa membongkar, memperbaiki dan menyesuaikan sendiri akhirnya mampu menjadi perusahaan yang bisa mandiri.

Tips untuk mengeluarkan teknik dan ketrampilan yang diperlukan untuk peralatan sangat mudah dipahami dengan menulis secara terpisah apa yang bisa dilakukan antara pengetahuan (teknik) dan praktek sebenarnya (ketrampilan). Sebagai contoh, mencoba ketrampilan dan teknik yang diperlukan pada perawatan mesin khususnya air cylinder di peralatan pneumatik.

① Dapat membaca sirkuit pneumatik mengoperasikan air cylinder.
② Dapat melepas air cylinder dari peralatan produksi dengan aman.
③ Air cylinder dapat dibongkar dan dipasang dengan benar.
④ Paking habis pakai dari air cylinder bisa diganti.
⑤ Memungkinkan pemilihan gemuk pelumas yang tepat untuk air cylinder.
⑥ Dapat memasang air cylinder dengan aman.
⑦ Kecepatan air cylinder dapat disesuaikan.
⑧ Tahu jenis- jenis air cylinder.
⑨ Tahu material pengemasan air cylinder.
⑩ Memungkinkan untuk mencari permasalahan seputar air cylinder.

Ada keterampilan dan teknologi lain yang diperlukan untuk produk yang akan diproduksi dan tingkat kesulitannya berbeda tergantung pada peralatan perusahaan. Alasannya adalah kualitas yang diperlukan untuk produk yang dibuat akan berbeda. Kami akan mengidentifikasi keterampilan dan teknologi yang diperlukan untuk setiap bagian elemen mesin di mana peralatan ditempatkan.

4.Perawatan mesin di tempat produksi adalah

Untuk memahami pentingnya pemeliharaan mesin dengan cara yang mudah dipahami, kami akan menjelaskan dengan mobil sebagai contohnya. Berapa lama Anda bisa naik mobil yang Anda miliki, nyaman? Di Jepang biasanya rata-rata pemakaian 8 sampai 9 tahun. Ada perbedaan tergantung pada jenis mobil, tetapi jika Anda melebihi 100.000 kilometer dalam 10 tahun, sebagian besar mobil akan rusak di beberapa tempat, jumlah suku cadang yang diperlukan untuk memperbaiki mobil akan meningkat, dan biaya perbaikan yang menyertainya juga akan meningkat. Bahkan jika Anda memperbaiki satu tempat yang rusak, bagian lain akan rusak lagi dan meminta untuk segera diperbaiki. Bagaimanapun, kita akan menukarnya dengan mobil baru.

Namun, jika Anda dapat memperoleh teknologi yang dapat memperbaiki kendaraan sampai batas tertentu, Anda akan tahu kapan mengganti komponen yang habis pakai dikarenakan tahun pemakaian dan jumlah jarak yang ditempuh. Mempertahankan pemeliharaan sesuai dengan jumlah tahun, mengganti komponen yang habis pakai sesuai dengan jumlah jarak secara akurat dapat memperpanjang umur mobil selama beberapa dekade. Sekarang, mobil yang saya kendarai adalah mobil yang populer di era tahun 80'an. Perawatan sesuai dengan jumlah tahun, penggantian suku cadang sesuai dengan jumlah jarak, setiap dua tahun pemeriksaan kendaraan juga dilakukan oleh diri sendiri. Meskipun kurang baik dari segi ekonomi jika di Jepang mengendarai mobil selama hampir 30 tahun, biaya mobil tetap dapat diminimalkan.

Selain itu, dengan merawat mobil, saya bisa menguasai teknologi seperti material suku cadang dan struktur dari kendaraan bermotor. Kadang-kadang, saya sering melepas mesin untuk mengganti ring piston dan mengganti komponen mesin secara sendiri. Bahkan saya sudah menjalankan jarak tempuh sejauh 200.000 km, penggunaan setiap hari tanpa ada perbedaan dengan mobil baru, seperti keiritan bahan bakarnya. Penanganan pada mobil sama dengan peralatan produksi di tempat produksi. Jika melakukan pemeliharaan dan penggantian suku cadang yang sama secara tepat sesuai dengan waktu operasi maka akan memperpanjang masa pakai dari peralatan produksi.  Peralatan produksi banyak m

Peralatan produksi banyak menggunakan komponen elemen mekanis yang sama seperti pada mobil. Sebagai contoh, mobil terdiri dari berbagai macam suku cadang seperti bearing, motor listrik, rantai, belt, perangkat hidrolik, poros kopling, perangkat pneumatik dan sebagainya.

Perawatan dan perbaikan yang tepat pada komponen-komponen elemen mesin ini memungkinkan untuk memperpanjang umur peralatan produksi tanpa terjadinya kegagalan. Peralatan produksi tidak mempunyai periode pertumbuhan atau kekuatan penyembuhan alami seperti halnya pada manusia. Ada masa dimana kita masuk ke dalam kendaraan dll untuk mengenal karakternya, tetapi ketika peralatan tersebut mulai beroperasi maka umur peralatan tersebut akan menjadi lebih pendek. Oleh karena itu diperlukan perawatan yang tepat untuk memperpanjang umur dari peralatan produksi.

Ada tujuan utama yang lain mengapa perawatan dan perbaikan peralatan hanya dilakukan oleh karyawan dari perusahaan sendiri. Jika terjadi bencana besar seperti kejadian gempa di Jepang bagian timur, banyak perusahaan yang mengalami kerusakan pada peralatan produksi akibat efek dari gempa. Jika peralatan rusak akibat bencana alam dll, diperlukan pemulihan segera untuk melanjutkan bisnisnya.

Sejauh ini perusahaan telah meminta kepada "perusahaan maintenance" untuk melakukan perawatan peralatan perusahaan. Kemudian perusahaan memutuskan untuk memulai perawatan peralatan secara sendiri dengan tujuan memperpanjang umur peralatan. Pada awalnya untuk memahami struktur peralatan, melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap peralatan produksi di pabrik. Pemahaman umum mengenai struktur seperti perangkat pneumatik, bagian pengencang, perangkat transmisi listrik, motor listrik dll dilakukan di kelas dengan metode dasar-dasar pembongkaran struktur.

Setelah selesai mempelajari hal-hal dasar, selanjutnya praktek di lapangan sampai bisa melakukan perawatan peralatan produksi di dalam pabrik. Sebagai metodenya dengan mengambil gambar peralatan dan komponen yang ada di dalam pabrik terlebih dulu, mencari dimana letaknya sambil melihat gambar dan setelah menemukan melakukan pemeriksaan bagaimana kondisi komponen maupun peralatannya. Jika ditemukan kelainan dll melakukan pembongkaran dan perbaikan. Prosedur pembongkaran dan perbaikan adalah sebagai berikut, pada awalnya lakukan pembongkaran sambil menerima penjelasan, jika ada kelainan pada peralatan lakukan penjelasan kenapa bisa rusak, bagaimana cara menghindari kerusakan dan cara perbaikan permanen peralatannya.

Upaya memperpanjang peralatan adalah dengan menetapkan metode perawatan peralatan kepada karyawan sendiri. Lakukan penjelasan kepada orang yang bertanggung jawab di lapangan bahwa diperlukan pelestarian peralatan produksi dan bersama dengan karyawan lain memulai untuk pelestarian peralatan produksi. Pada awalnya karyawan akan takut untuk melakukan pembongkaran dan perawatan peralatan. Ini akibat pemikiran negatif bahwa peralatan yang dibongkar tidak dapat diperbaiki ataupun apa yang harus dilakukan saat perbaikannya, pemikiran semacam itu yang membuat kondisi tidak dapat maju. Namun dengan kemampuan melakukan perawatan dan perbaikan bisa memutuskan dimana harus melakukan perawatan peralatan sehingga karyawan dapat bekerja sendiri diperusahaannya untuk melakukan pekerjaan perawatan dan pemeliharaan.

Perawatan mesin di lokasi produksi adalah kemampuan yang dimiliki untuk merawat dan memeriksa peralatan produksi dengan baik di tempat produksi sendiri. Dengan memiliki kemampuan untuk merawat dan memperbaiki maka umur dari peralatan produksi dapat diperpanjang. (Gbr. 4, Gbr. 5, Gbr. 6).

Mencoba mencari tahu apa yang bisa dilakukan untuk perawatan mesin.

① Dapat melakukan kontrol pelumasan yang tepat dari peralatan produksi
② Mengetahui komponen habis pakai yang digunakan dalam peralatan produksi.
③ Mengetahui struktur peralatan produksi.
④ Dapat membongkar/merakit fasilitas produksi.
⑤ Dapat menggunakan alat secara saat disassembly / assembly.
⑥ Dekomposisi • Memungkinkan untuk memilih alat kerja yang tepat sesuai dengan pekerjaan perakitan.
⑦ Dapat merencanakan secara tepat rencana pemeliharaan dari peralatan produksi.
⑧ Mengetahui istilah perawatan yang diperlukan untuk perawatan mesin.
⑨ Memungkinkan untuk menyiapkan manual prosedur kerja yang diperlukan untuk membongkar / merakit peralatan produksi.
⑩ Dapat melakukan pertanyaan tentang kerusakan ketika kegagalan terjadi di peralatan produksi.

Gbr. 4 Perawatan Peralatan di Tempat Produksi (Air Cylinder)

Sedang melakukan perawatan dan perbaikan pinch roller air cylinder. Dilakukan pembongkaran air cylinder dan mengganti paking piston dan paking Lot. Lakukan perawatan dan perbaikan sebelum pengoperasian air cylinder memburuk dikarenakan jangka waktu dan pengoperasian yang berakibat kerusakan total dari air cylinder.

Perawatan air cylinder dengan mengganti komponen yang habis pakai seperti paking dan pengisian gemuk pelumas.

Gbr. 5 Perawatan peralatan di lokasi produksi (penggantian cairan hidrolik)

Tangki hidraulik dari lift hidraulik sedang menjalani perawatan. Mengganti cairan hidrolik dalam tangki hidrolik, memeriksa dan membersihkan filter hisap. Ketika filter penyedotan tersumbat, menyebabkan kavitasi dan merusak pompa hidrolik dll.

Dalam perawat peralatan hidrolik diperlukan kontrol terhadap cairan hidrolik, filter hisap dll.

Gbr. 6 Perawatan peralatan di tempat produksi (DC motor listrik)

Memeriksa carbon brush dari motor listrik DC. Pemeriksaan jumlah yang tersisa dan pengurangan carbon brush. Ada banyak item yang diperiksa, seperti kekuatan pegas dimana carbon brush menekan komulator. Juga bisa dilihat apakah permukaan komulator tidak merata dikarenakan pengurangan carbon brush.