Mengurangi “pekerjaan ulang” dalam perawatan cetakan

Pendekatan Sanwa Shoko yang menghubungkan pembersihan, perbaikan, finishing, dan modifikasi permukaan

Di lapangan perawatan cetakan, keluhan seperti “cetakan cepat kotor kembali setelah dibersihkan”,
“finishing setelah perbaikan memakan waktu”, atau “cacat yang muncul berulang tanpa sebab jelas” masih sering terdengar.
Padahal, dalam banyak kasus, desain dan material cetakan itu sendiri tidak bermasalah.

Masalah yang sebenarnya kerap terletak pada perubahan kondisi permukaan cetakan, keausan mikro, serta kerusakan kecil yang sulit terdeteksi—terutama pada proses produksi jangka panjang.

Sanwa Shoko (SANWA SHOKO), produsen peralatan perawatan cetakan asal Jepang, menawarkan pendekatan berbeda.
Alih-alih melihat perawatan sebagai pekerjaan yang terpisah-pisah, perusahaan ini merancang ulang proses perawatan cetakan sebagai rangkaian proses yang saling terhubung:

pembersihan → pengelasan perbaikan → finishing → modifikasi permukaan.

Tujuannya adalah mengurangi pekerjaan ulang antarproses, sekaligus meningkatkan stabilitas kualitas dan tingkat utilisasi produksi.


Menghilangkan ketidakseragaman sejak tahap awal proses

Mesin pembersih ultrasonik “WAVE CLEAN”

Pembersihan merupakan titik awal dari seluruh proses perawatan cetakan.
Jika residu resin atau oli tidak sepenuhnya terangkat, risiko kontaminasi ulang serta kesalahan identifikasi area perbaikan akan meningkat.

Mesin pembersih ultrasonik WAVE CLEAN dari Sanwa Shoko tidak hanya mengandalkan gelombang ultrasonik, tetapi juga menekankan kontrol suhu dan sirkulasi cairan pembersih.
Dengan pemanas terkontrol dan pompa sirkulasi, perbedaan suhu di dalam tangki dapat ditekan, sehingga hasil pembersihan menjadi lebih seragam.

Selain itu, sistem overflow dan filtrasi dirancang untuk mencegah kotoran yang telah terlepas menempel kembali pada permukaan cetakan.
Dengan pendekatan ini, proses pembersihan dapat berlangsung secara stabil tanpa harus terus-menerus diawasi oleh operator.


Mengurangi ketergantungan pada keahlian individu

Mesin perbaikan cetakan “WELD PRO SW-V02”

Setelah proses pembersihan, kerusakan kecil seperti keausan, retakan mikro, atau pinhole menjadi lebih mudah teridentifikasi.
Pada tahap ini, tantangan terbesar biasanya adalah pengaturan parameter pengelasan serta ketergantungan pada keterampilan operator.

Model WELD PRO SW-V02 menggabungkan pengelasan TIG dan pengelasan resistansi dalam satu unit, memungkinkan proses dari tack welding hingga overlay welding presisi dilakukan secara berurutan.
Fitur navigasi dan mode aplikasi membantu menstabilkan kondisi kerja, sehingga reproduktibilitas hasil perbaikan dapat ditingkatkan.

Mesin ini mendukung elektroda dengan diameter sekitar 0,1 hingga 2,0 mm, mencakup perbaikan mikro hingga pengelasan overlay yang relatif tebal, dan menjadikannya solusi yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan di lapangan.


Menstabilkan kualitas finishing

Mesin finishing ultrasonik “LAPTRON ALLⅢR”

Meskipun bentuk cetakan telah dipulihkan melalui proses perbaikan, kualitas permukaan tetap menjadi faktor penentu hasil produk dan karakteristik pelepasan.
Area sempit seperti rib, sudut R, dan bagian dalam cetakan sering kali menjadi sumber variasi kualitas.

LAPTRON ALLⅢR mengintegrasikan getaran ultrasonik (18–26 kHz) dengan alat berputar dalam satu sistem.
Amplitudo dapat dikontrol dari sekitar 1 μm hingga 50 μm, sementara kecepatan putar mencapai 1.500–15.000 rpm.

Desain ini memungkinkan proses finishing dilakukan dengan gaya yang ringan namun stabil, sehingga mengurangi kelelahan operator sekaligus menekan variasi hasil permukaan antarpekerja.


Mencegah masalah sebelum terjadi

Perangkat pelapisan pelepasan listrik “DEPOSITRON A-1”

Tahap terakhir dalam pendekatan Sanwa Shoko adalah modifikasi permukaan.
Dalam proses press forming, masalah seperti scrap lifting, keausan, dan kerusakan akibat panas sering kali menyebabkan downtime besar jika hanya ditangani secara reaktif.

DEPOSITRON A-1 menggunakan teknologi pelapisan berbasis pelepasan listrik untuk membentuk lapisan fungsional pada permukaan cetakan, dengan tujuan menekan scrap lifting dan meningkatkan ketahanan aus.
Menurut Sanwa Shoko, dibandingkan dengan model sebelumnya, perangkat ini memiliki ukuran yang lebih ringkas dan menghasilkan panas yang lebih rendah, sekaligus meningkatkan efisiensi proses.

Perangkat ini dapat dioperasikan menggunakan sumber listrik 100V, sehingga lebih mudah diterapkan langsung di lokasi produksi.
Ketebalan lapisan berkisar dari beberapa mikrometer hingga sekitar 50 μm, dengan tingkat kekerasan permukaan yang tinggi ketika menggunakan elektroda khusus.


Perbedaan dengan produk pesaing

Fokus pada kesinambungan proses, bukan performa tunggal

Pasar peralatan perawatan cetakan dipenuhi oleh berbagai mesin khusus, termasuk mesin las laser, alat finishing berdaya tinggi, serta unit pembersih yang berdiri sendiri.
Banyak di antaranya menawarkan performa tinggi pada satu fungsi tertentu.

Pendekatan Sanwa Shoko berbeda.
Alih-alih mengejar spesifikasi tertinggi pada satu proses, perusahaan ini menekankan konsistensi antarproses—mulai dari pembersihan, perbaikan, finishing, hingga pencegahan masalah berikutnya melalui modifikasi permukaan.

Dengan menyelaraskan setiap tahap, perusahaan menargetkan pengurangan pekerjaan ulang serta waktu analisis penyebab masalah, yang sering kali menjadi beban tersembunyi di lantai produksi.
Strategi ini dinilai efektif terutama untuk produksi multi-varian dengan volume kecil atau fasilitas manufaktur dengan frekuensi setup yang tinggi.


Pandangan redaksi

Solusi realistis melalui perancangan ulang proses

Dari sudut pandang redaksi, pendekatan Sanwa Shoko menunjukkan solusi yang realistis melalui perancangan ulang proses perawatan cetakan.
Alih-alih menempatkan IoT atau AI sebagai pusat narasi, perusahaan memilih untuk meningkatkan reproduktibilitas dan stabilitas operasional di area yang masih sangat bergantung pada keahlian dan pengalaman manusia.

Bagi fasilitas manufaktur yang menuntut kestabilan kualitas serta utilisasi tinggi, pendekatan pragmatis ini berpotensi menjadi opsi yang layak untuk dipertimbangkan.