Menata Ulang Proses “Penjepitan” pada Pembubutan

TEIKOKU CHUCK CO., LTD. Menawarkan Stabilitas Proses Awal dengan Chuck UBL

Fokus pada Peningkatan Proses Penjepitan, Ekspansi Penawaran Juga ke Pasar Indonesia

Dalam proses pembubutan, cara menjepit benda kerja merupakan faktor penting yang sangat memengaruhi akurasi pemesinan dan efisiensi setup. Khususnya pada proses awal (first operation) untuk produk tempa dan cor, variasi bentuk yang masih besar sering menyebabkan getaran, penyimpangan sumbu, serta meningkatnya cacat produksi.

Untuk menjawab tantangan tersebut, TEIKOKU CHUCK CO., LTD., produsen chuck mesin bubut asal Jepang, memperkuat penawarannya melalui chuck tipe UBL (Universal Ball Lock). Perusahaan menempatkan solusi ini sebagai pendekatan untuk meningkatkan stabilitas proses awal dengan meninjau ulang prinsip dasar penjepitan.


Produsen Chuck Spesialis untuk Produksi Massal

Didirikan pada tahun 1926 dan berbasis di Kota Yao, Prefektur Osaka, TEIKOKU CHUCK merupakan produsen khusus chuck mesin bubut. Produk utamanya adalah power chuck untuk lini produksi massal, dengan keunggulan pada desain yang disesuaikan dengan bentuk benda kerja dan kondisi proses.

Ciri khas perusahaan ini adalah pendekatan “design chuck”, di mana chuck tidak diperlakukan sebagai komponen standar semata. Desain rahang (top jaw), locator, dan sistem penjepitan secara keseluruhan dioptimalkan sesuai karakteristik benda kerja seperti bentuk tempa, permukaan cor, dan toleransi dimensi. Pendekatan ini ditujukan untuk mengatasi masalah umum di lantai produksi seperti ketidakstabilan penjepitan dan lamanya waktu setup.


UBL: Pendekatan Berbeda terhadap Prinsip Penjepitan

Chuck UBL mengadopsi prinsip gerakan yang berbeda dibandingkan chuck tipe sliding jaw konvensional. Alih-alih menjepit benda kerja secara linier, rahang bergerak dengan mekanisme berayun (swing motion) untuk menahan benda kerja.

Menurut TEIKOKU CHUCK, karakteristik ini dirancang untuk membantu menstabilkan penjepitan pada benda kerja dengan variasi bentuk yang masih besar, seperti pada proses awal komponen tempa dan cor. UBL diposisikan sebagai solusi untuk meningkatkan konsistensi penjepitan sekaligus mengurangi beban penyesuaian di tahap setup.


Dua Konsep: Centralizing dan Compensating

UBL tersedia dalam dua konsep utama sesuai kebutuhan proses:

  • Centralizing type: dirancang untuk memusatkan benda kerja ke sumbu mesin, cocok untuk material dengan bentuk relatif stabil dan referensi yang mudah ditentukan.
  • Compensating type: dirancang untuk mengikuti variasi bentuk benda kerja, sehingga sesuai untuk komponen cor dan tempa dengan ketidakteraturan geometris yang besar.

Keduanya tersedia dalam konfigurasi dua rahang maupun tiga rahang, dan dipilih sesuai dengan desain proses dan karakteristik produk.


Optimalisasi melalui Desain Rahang

TEIKOKU CHUCK menekankan bahwa efektivitas UBL sangat bergantung pada desain rahang penjepit dan locator. Dengan menyesuaikan bentuk permukaan penjepitan dan titik kontak, stabilitas proses dapat ditingkatkan secara signifikan.

Dalam lini produksi massal, kegagalan penjepitan sering menyebabkan downtime dan rework. Oleh karena itu, perusahaan memposisikan desain sistem penjepitan sebagai bagian dari optimalisasi proses secara keseluruhan, bukan sekadar aksesori mesin.


Pendekatan ke Pasar Indonesia

TEIKOKU CHUCK juga memperluas aktivitasnya di luar Jepang. Di Indonesia, perusahaan memanfaatkan jaringan mitra dagang lokal untuk memperkenalkan solusi penjepitan bagi pabrikan setempat dan perusahaan Jepang yang beroperasi di kawasan tersebut. Nama TEIKOKU CHUCK tercantum sebagai salah satu merek yang ditangani oleh Yamazen Indonesia.

Selain itu, perusahaan mengumumkan partisipasinya dalam pameran manufaktur Manufacturing Indonesia 2025 yang akan diselenggarakan di Jakarta. Pasar Indonesia, dengan pertumbuhan investasi manufaktur dan meningkatnya kebutuhan stabilitas proses serta otomasi, menjadi target penting bagi pendekatan berbasis perbaikan proses penjepitan ini.


Dari “Prasyarat” Menjadi “Objek Perbaikan”

Seiring dengan peningkatan kekakuan dan kecanggihan mesin perkakas, proses penjepitan sering kali masih diperlakukan sebagai prasyarat tetap. Namun di lapangan, banyak masalah produktivitas justru berakar pada ketidakpastian penjepitan.

Dengan UBL, TEIKOKU CHUCK mengusulkan untuk memposisikan kembali proses penjepitan sebagai objek perbaikan. Dikombinasikan dengan kemampuan desain khusus yang dimiliki perusahaan, pendekatan ini berpotensi meningkatkan stabilitas dan produktivitas pada lini produksi yang berfokus pada volume dan konsistensi kualitas.