— Strategi pertumbuhan mesin perkakas dengan solusi berbeda di dua pasar utama
Yamazaki Mazak akan meningkatkan kapasitas produksi di pabriknya di India. Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas produksi mesin machining center vertikal (Vertical Machining Center/MC) dari sekitar 40 unit per bulan saat ini menjadi 60 unit per bulan pada paruh kedua tahun 2026.
Langkah ini didorong oleh meningkatnya permintaan domestik di India, serta pertumbuhan ekspor ke Asia Tenggara dan bahkan ke pasar Eropa.
Sementara itu, di pasar China, permintaan—terutama dari sektor kendaraan listrik (EV) dan kendaraan elektrifikasi—diperkirakan tetap solid. Namun, dengan meningkatnya kemampuan teknologi produsen lokal, struktur persaingan di industri mesin perkakas mengalami perubahan besar. Yamazaki Mazak kini menghadapi dua pasar utama tersebut dengan strategi yang berbeda.

India: Kapasitas 60 unit per bulan bukan sekadar untuk memenuhi permintaan domestik
Pabrik Yamazaki Mazak di India berlokasi di Pune, negara bagian Maharashtra, dan mulai beroperasi pada 2023. Saat ini, pabrik tersebut memproduksi tiga model mesin machining center vertikal 3-sumbu dari seri VC-Ez.
Seri VC-Ez merupakan model entry-level dengan fungsi yang disederhanakan untuk menekan harga, dan telah memperluas volume penjualannya terutama di kalangan job shop pengolahan komponen.
Investasi peningkatan kapasitas kali ini tidak hanya bertujuan untuk merespons pertumbuhan permintaan dari industri otomotif dan kendaraan niaga di India, tetapi juga secara jelas menargetkan ekspor. Sejak 2024, perusahaan telah mulai mengirimkan produk ke Singapura, Thailand, Indonesia, dan Vietnam, dan menurut Presiden Takashi Yamazaki, produk tersebut “mulai terjual secara signifikan.”
Mulai 2025, pasokan ke pasar Eropa juga dimulai, sehingga beban produksi di pabrik India terus meningkat.
Yamazaki Mazak juga menunjukkan rencana untuk memulai produksi model selain seri VC-Ez di pabrik India pada 2026. Dalam jangka menengah hingga panjang, India tidak lagi diposisikan hanya sebagai basis produksi berbiaya rendah, melainkan sebagai pusat pasokan yang mendukung pasar luar negeri. Perusahaan juga mempertimbangkan penguatan kapasitas produksi lebih lanjut setelah 2027.

China: Permintaan stabil, namun poros persaingan berubah
Terkait pasar China, Yamazaki Mazak menilai permintaan dari sektor EV dan kendaraan elektrifikasi akan tetap stabil. Namun, seiring dengan bangkitnya produsen lokal, lingkungan persaingan di industri mesin perkakas semakin ketat.
Dalam beberapa tahun terakhir, produsen China telah memperkuat kehadirannya di pasar mesin laser. Yamazaki Mazak menyatakan bahwa “gelombang berikutnya adalah mesin perkakas,” dan telah lama mewaspadai perkembangan ini. Jika dilihat dari indikator kinerja semata, beberapa produk pesaing sudah mencapai level yang dapat bersaing secara langsung.
Dalam situasi ini, Yamazaki Mazak menekankan pentingnya kekuatan menyeluruh. Bukan hanya presisi tinggi dan produktivitas, tetapi juga kemampuan mempertahankan kinerja tersebut dalam jangka panjang melalui pemeliharaan, layanan purna jual, dan dukungan pada tahap start-up.
Di China, tingkat utilisasi dan stabilitas setelah pemasangan semakin menjadi faktor penting dalam pemilihan pemasok.
Perusahaan memiliki beberapa basis produksi di dalam negeri China, dan mendorong penerapan smart factory serta pemanfaatan teknologi digital untuk manajemen produksi dan kualitas. Di tengah persaingan yang semakin ketat, kemampuan untuk menunjukkan bahwa mesin dapat “digunakan secara berkelanjutan” akan menjadi fokus utama ke depan.
Mengangkat isu kekurangan tenaga kerja dari masalah internal menjadi nilai produk
Tantangan yang sama dihadapi oleh India dan China adalah kekurangan tenaga kerja di sektor manufaktur. Yamazaki Mazak memandang meningkatnya kebangkrutan akibat kekurangan tenaga kerja sebagai “risiko hilangnya pelanggan,” dan menilai bahwa perusahaan perlu mengembangkan serta menyediakan solusi yang konkret.
Salah satu contohnya adalah otomatisasi transportasi di dalam pabrik dan antarproses. Pekerjaan pemindahan yang sebelumnya bergantung pada tenaga manusia, seperti pada proses produksi spindle, diotomatisasi menggunakan autonomous mobile robot (AMR). Dengan demikian, tenaga kerja dapat difokuskan pada pekerjaan inti seperti perakitan.
Inisiatif penghematan tenaga kerja ini terlebih dahulu diterapkan di pabrik domestik, kemudian diperluas ke pabrik luar negeri.
Dari sisi produk, sistem “Mazak Laser FA System” yang diumumkan pada 2025 menjadi contoh simbolis. Sistem ini mengotomatiskan proses lanjutan dan penyortiran setelah pemrosesan laser, serta memungkinkan penerapan bertahap. Baik pada mesin perkakas maupun mesin laser, Yamazaki Mazak memperkuat pengembangan sistem terintegrasi dengan perangkat otomasi bawaan.

India dan China: Solusi optimal yang berbeda
Jika dilihat secara keseluruhan, strategi Yamazaki Mazak di India dan China menunjukkan perbedaan yang jelas.
Di India, perusahaan mendorong investasi peningkatan kapasitas produksi untuk memanfaatkan pertumbuhan permintaan dan memperluas skala bisnis, termasuk ekspor.
Sebaliknya, di China, persaingan tidak lagi berfokus pada jumlah unit, melainkan pada diferensiasi melalui presisi, produktivitas, serta dukungan dan layanan yang menyeluruh.
Di tengah perubahan struktur persaingan ini, kemampuan untuk mempertahankan keunggulan bukan hanya menjadi tantangan bagi Yamazaki Mazak, tetapi juga bagi seluruh produsen mesin perkakas Jepang.
Bagaimana merebut “volume” di India, sekaligus menunjukkan “kualitas dan kekuatan dukungan” di China, akan menjadi faktor penentu pertumbuhan jangka menengah hingga panjang perusahaan ke depan。